Criminal Law Enforcement in the Suppression of the Crime of Human Trafficking

Authors

  • Mar’ie Muhammad Magister of Law, Universitas Muslim Indonesia
  • Hambali Thalib Faculty of Law, Universitas Muslim Indonesia
  • Salle Salle Faculty of Law, Universitas Muslim Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.56087/9emjtk70

Keywords:

Criminal Law Enforcement, Human Trafficking, Victim Protection

Abstract

This study aims to analyze the regulation and enforcement of criminal law in combating the crime of human trafficking in Indonesia from a normative legal perspective. The research method employed is normative legal research using statutory and conceptual approaches through an examination of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia, Law Number 21 of 2007 on the Eradication of the Crime of Human Trafficking, the Criminal Code (KUHP), and the Criminal Procedure Code (KUHAP). The findings indicate that, normatively, Indonesia has established a relatively comprehensive legal framework through the Anti-Trafficking Law (UU PTPPO) as a lex specialis emphasizing both the punishment of perpetrators and the protection of victims. However, the effectiveness of law enforcement still faces various challenges, including the complexity of proving chain crimes, limited investigative capacity—particularly regarding digital evidence—disharmony in the application of legal provisions, weak inter-agency coordination, and suboptimal victim recovery mechanisms that risk causing revictimization. Effective criminal law enforcement requires the integration of repressive and restorative approaches through the implementation of a victim-centered approach, strengthening witness and victim protection mechanisms, enhancing technology-based evidentiary capacity, and promoting cross-sectoral as well as international coordination. Therefore, criminal law enforcement against human trafficking must be directed not only toward legal certainty but also toward substantive justice and the restoration of victims’ dignity within a human rights–oriented rule of law framework

References

Apriani, S., Lestarika, D. P., & Sary, W. E. (2025). Peranan Hukum Internasional Dalam Upaya Pemberantasan Dan Pencegahan Perdagangan Manusia Di Indonesia. Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, 12(6), 51-60.

Aryananda, H., Junaidi, A., & Faried, F. S. (2023). Perlindungan Hukum Bagi Anak Di Bawah Umur Sebagai Korban Perceraian Menurut Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Jurnal Bevinding, 1(08), 60-72.

Chandrawaty, Y. (2020). Penegakan Hukum Dan Tanggung Jawab Negara Terhadap Perempuan Korban Human Trafficking Sebagai Wujud Perlindungan Hak Asasi Manusia. Jurnal Legislasi Indonesia, 17(4), 465-470.

Djo, M., Manuain, O. G., & Fanggi, R. A. (2024). Hambatan Penyidik Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur dalam mengungkapkan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Artemis Law Journal, 2(1), 343-359.

Firdaus, M. B. (2025). Dialektika Keadilan, Kepastian, Kemanfaatan Hukum dalam Perspektif Gustav Radbruch pada Hukum Indonesia. Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik| E-ISSN: 3031-8882, 3(1), 357-367.

Haslam, E. (2025). Paradoks Pemidanaan: Antara Rasionalitas Hukum dan Rasa Keadilan Sosial dalam Praktik Peradilan Pidana. All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety, 5(1), 251-260.

Lase, S. P. O., Rahardiansyah, T., & Notoprayitno, M. I. (2025). Analisis Hukum Kasus Perdagangan Orang dan Eksploitasi Ekonomi di Indonesia. Locus Journal of Academic Literature Review, 4(3), 114-125.

Lubis, A., Lestariks, D. P., & Sari, W. E. (2025). Evaluasi kolaborasi antarnegara dan kebijakan kriminal dalam penindakan perdagangan orang sebagai kejahatan terorganisir lintas negara. Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik| E-ISSN: 3031-8882, 2(2), 1067-1074.

Maryam, S., & Prasetyo, B. (2025). Implementasi Restitusi Bagi Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang. Ranah Research: Journal of Multidisciplinary Research and Development, 7(2), 953-961.

Mustafid, F. (2019). Perdagangan Orang dalam Perspektif HAM dan Filsafat Hukum Islam. Al-Ahkam, 29(1), 85-108.

Riza, F., & Sibarani, F. A. (2021). Prinsip the best interest of the child dalam proses peradilan anak (Vol. 1). umsu press.

Saraswati, P. S. (2025). Perlindungan Hak Tersangka Dan Terdakwa: Penegakan Prinsip Fair Trial dalam Sistem Peradilan Pidana. Jurnal Hukum Saraswati (JHS), 7(02), 1035-1044.

Simbolon, C. I., & Nababan, R. (2026). Implementasi Perlindungan Hukum terhadap Korban Perdagangan Orang Berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007. Judge: Jurnal Hukum, 6(07), 2093-2100.

Situmeang, S. M. T., & Meilan, K. (2025). Evolusi kejahatan dan pemidanaan: Tantangan dalam penegakan hukum dan penologi modern: The evolution of crime and punishment: Challenges in law enforcement and modern penology. Res Nullius Law Journal, 7(2), 87-97.

Susanti, R., Kurnia, J., & Lestari, D. F. (2025). Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO): Perspektif Hukum Nasional dalam Penegakan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 JPM. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JPM) Terekam Jejak, 2(1), 1-12.

Downloads

Published

2026-02-27

How to Cite

Criminal Law Enforcement in the Suppression of the Crime of Human Trafficking. (2026). Al-Ishlah: Jurnal Ilmiah Hukum, 29(1), 1-16. https://doi.org/10.56087/9emjtk70