Peran dan Fungsi Badan Pengawas Pemilihan Umum dalam Penegakan Hukum Pemilu Tahun 2019 Menuju 2024

  • Saifuddin Tahe Program Pascasarjana, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Pengayoman
  • H. M. Yasin Program Pascasarjana, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Pengayoman
  • Alwi Jaya Program Pascasarjana, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Pengayoman
Keywords: Election Supervisory Agency, Election System, Law Enforcement, Roles and Functions

Abstract

This study aims to determine and analyze the Election Supervisory Agency of Sinjai Regency's role and function in the Law Enforcement of the 2019 Election and the strategies carried out by the Election Supervisory Agency of Sinjai Regency to optimize its role in the Law Enforcement of the 2019 Election. As for this research's benefits, it is hoped that it will improve the organizing institution, especially the Election Supervisory Agency of Sinjai Regency, to lead to the 2024 General Election. This research is empirical legal research. The types of data used in this study include primary data and secondary data. Preliminary data and secondary data that have been collected during the survey are then arranged systematically and analyzed qualitatively according to their validity and reliability. Based on the description of the results and discussion, the Election Supervisory Agency of Sinjai Regency role and function in enforcing Law No. 7 of 2017 in the 2019 Election are considered good enough. However, problems must be fixed and improved in the 2024 General Elections and getting attention from the Election Supervisory Agency of Sinjai Regency as there are still money politics, some non-neutral State Civil Servants and Village Heads, the use of State facilities, places of worship and educational places as means of campaigns and activities that disturb public order.

References

Adami Chazawi. (2010). Pelajaran Hukum Pidana: Stelsel Pidana, Tindak Pidana, Teori-Teori Pemidanaan, dan Batas Berlakunya Hukum Pidana (Vol. 1). Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Afan Gaffar. (2002). Politik Indonesia: Transisi Menuju Demokrasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Alyatama Budify., Jelitamon Ayu Lestari Manurung., & Satria Braja Harianja. (2020). Pembatalan Akta Hibah di Pengadilan Negeri Pematangsiantar: Kajian Putusan Nomor 33/Pdt.G/2019/PN.Pms. SIGn Jurnal Hukum, CV. Social Politic Genius (SIGn), 2(1), hlm. 72-85. doi: https://doi.org/10.37276/sjh.v2i1.77

Andi Muh Rusmin., Ahmad Ismail., & Saifuddin Tahe. (2019). Jejak Sang Pengawas Bawaslu Kabupaten Sinjai Penegak Pilar Demokrasi Pemilu 2019. Sinjai: Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Sinjai.

Asbudi Dwi Saputra. (2020). Penerapan Sanksi Pelanggaran Administratif Pemilu bagi Penyelenggara Pemilu. Pleno Jure, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IX, 9(2), hlm. 129-141. doi: https://doi.org/10.37541/plenojure.v9i2.473

Efriza. (2012). Political Explore: Sebuah Kajian Ilmu Politik. Bandung: Alfabeta.

Endang Komara. (2015). Sistem Politik Indonesia Pasca Reformasi. Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, 2(2), hlm. 117-124. doi: https://doi.org/10.15408/sd.v2i2.2814

Eny Susilowati. (2019). Peranan Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan terhadap Pelanggaran Pemilu di Kecamatan Pahandut Palangka Raya. Morality: Jurnal Ilmu Hukum, Universitas PGRI Palangka Raya, 5(1), hlm. 37-49.

Fahri Bachmid. (2021). Eksistensi Kedaulatan Rakyat dan Implementasi Parliamentary Threshold dalam Sistem Pemilihan Umum di Indonesia. SIGn Jurnal Hukum, CV. Social Politic Genius (SIGn), 2(2), hlm. 87-103. doi: https://doi.org/10.37276/sjh.v2i2.83

Gerald F. Gaus & Chandran Kukathas (Eds.). (2016). Handbook Teori Politik (Terj. oleh Derta Sri Widowatie & Sufyanto). Bandung: Nusa Media.

Indra Pahlevi. (2011). Lembaga Penyelenggara Pemilihan Umum di Indonesia: Berbagai Permasalahannya. Jurnal Politica: Dinamika Masalah Politik Dalam Negeri dan Hubungan Internasional, Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI, 2(1), hlm. 45-72.

Janedjri M. Gaffar. (2012). Demokrasi Konstitusional: Praktik Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan UUD 1945. Jakarta: Konstitusi Press.

Janedjri M. Gaffar. (2012). Politik Hukum Pemilu. Jakarta: Konstitusi Press.

Jeine Mariana Turambi. (2018). Kinerja Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Tomohon Barat pada Penyelenggaraan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Kota Tomohon Tahun 2015. Politico: Jurnal Ilmu Politik, Universitas Sam Ratulangi, 7(2), hlm. 1-25.

Jimly Asshiddiqie. (2014). Peradilan Etik dan Etika Konstitusi: Perspektif Baru tentang ‘Rule of Law and Rule of Ethics’ & ‘Constitutional Law and Constitutional Ethics’. Jakarta: Sinar Grafika.

Khairul Fahmi. (2015). Sistem Penanganan Tindak Pidana Pemilu. Jurnal Konstitusi, Mahkamah Konstitusi RI, 12(1), hlm. 264-283. doi: https://doi.org/10.31078/jk1224https://doi.org/10.31078/jk1224

La Ode Husen, et al. (2020). Pengamanan Intelijen Kepolisian Terhadap Putusan Pengadilan Atas Objek Sengketa. SIGn Jurnal Hukum, CV. Social Politic Genius (SIGn), 1(2), hlm. 136-148. doi: https://doi.org/10.37276/sjh.v1i2.62

Lexy J. Moleong. (2008). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

M. Sayful. (2020). Strategi Penghidupan Nelayan Pedagang di Tempat Pelelangan Ikan (Lelong). SIGn Journal of Social Science, CV. Social Politic Genius (SIGn), 1(1), hlm. 1-14. doi: https://doi.org/10.37276/sjss.v1i1.95

M. Yasin. (2018). Membangun Kapasitas Fungsi Pengawasan DPRD dan Optimalisasi Pelayanan Sekretariat DPRD dan Memahami Korupsi dalam Perspektif Hukum Administrasi Negara. Gowa: Pusaka Almaida.

M. Yasin. (2018). Mengenal Lembaga Pengawasan Internal Pemerintah Daerah (Inspektorat Daerah). Gowa: Pusaka Almaida.

Miriam Budiardjo. (2010). Dasar-Dasar Ilmu Politik (Edisi Revisi). Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Muhammad Junaidi. (2020). Tindak Pidana Pemilu dan Pilkada oleh Sentra Penegakan Hukum Terpadu. Jurnal Ius Constituendum, Universitas Semarang, 5(2), hlm. 220-234.

Novianto M. Hantoro. (2014). Pelanggaran Administrasi Pemilu dan Sengketa Tata Usaha Negara Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD Tahun 2014. Negara Hukum: Membangun Hukum untuk Keadilan dan Kesejahteraan, Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI, 5(2), hlm. 107-125.

Nuswantoro Setyadi Pradono. (2019). Aparatur Sipil Negara dalam Pemilu 2019, Bisa Netralkah? Jurnal Analis Kebijakan, Pusat Pembinaan Analis Kebijakan Deputi Kajian Kebijakan Lembaga Administrasi Negara, 3(1), hlm. 48-62.

S. Sutrisno. (2019). Prinsip Netralitas Aparatur Sipil Negara dalam Pemilihan Kepala Daerah. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, Universitas Islam Indonesia, 26(3), hlm. 521-543. doi: https://doi.org/10.20885/iustum.vol26.iss3.art5

Said Sampara & La Ode Husen. (2016). Metode Penelitian Hukum. Makassar: Kretakupa Print.

Samuel P. Huntington. (1991). The Third Wave: Democratization in the Late Twentieth Century. Oklahoma: University of Oklahoma Press.

Suhaila Zulkifli, et al. (2020). Implementasi Prinsip Subrogasi pada Asuransi Kendaraan Bermotor: Studi pada PT Pan Pacific Insurance. SIGn Jurnal Hukum, CV. Social Politic Genius (SIGn), 2(1), hlm. 20-29. doi: https://doi.org/10.37276/sjh.v2i1.65

Toni Andrianus Pito., E. Efriza., & Kemal Fasyah. (2013). Mengenal Teori-Teori Politik: Dari Sistem Politik sampai Korupsi. Bandung: Nuansa dan Nusamedia.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1985 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1969 tentang Pemilihan Umum Anggota-Anggota Badan Permusyawaratan/Perwakilan Rakyat Sebagaimana Telah Diubah dengan Undang-undang Nomor 4 Tahun 1975 dan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1980. (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1985 Nomor 1. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3281).

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 1999 tentang Pemilihan Umum. (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 23. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3810).

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2003 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 37. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4277).

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2003 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden. (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 93. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4311).

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum. (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 59. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4721).

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 6. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5494).

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 7. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5495).

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 182. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6109).

W. J. S. Poerwadarminta. (1987). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Wahyu Nugroho. (2016). Politik Hukum Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi atas Pelaksanaan Pemilu dan Pemilukada di Indonesia. Jurnal Konstitusi, Mahkamah Konstitusi RI, 13(2), hlm. 480-502. doi: https://doi.org/10.31078/jk1331

Published
2021-05-26
Section
Articles