Jual Beli di Bawah Tangan yang dilakukan oleh Kepala Adat Atas Tanah Petuanan

  • Robert Lowell Saputan Mahasiswa Program Studi Magister Kenotariatan, Universitas Hasanuddin
  • A. Suryaman Mustari Pide Fakultas Hukum, Universitas Hasanuddin
  • Sri Susyanti Nur Fakultas Hukum, Universitas Hasanuddin
Keywords: Buying and Selling, Customary Head, Customary Land, Letter of Relinquishment of Rights

Abstract

This study aims to determine legal certainty and protection against buying and selling that is not under state regulations carried out by Customary Heads on customary land. This research was conducted using empirical legal research methods with a statute approach and a conceptual approach. They are collecting data in this study using field research techniques and literature research techniques. The data obtained, both primary and secondary data, were analyzed qualitatively. The results showed that customary land could only be managed, owned, and in principle can be handed over or sold to fellow indigenous and tribal peoples’. As for buying and selling of customary land, it must be proven by a letter of relinquishment of rights and a certificate issued by the Customary Head. In addition, for those who are not indigenous and tribal peoples’, if the material requirements of the legal relationship of buying and selling of land have been fulfilled, the buying and selling of customary land carried out by the Customary Head as based on customary law procedures is considered valid. This letter is the proof of ownership recognized by indigenous and tribal peoples’ in Ambon City, even though the letter is an inauthentic deed. On the other hand, a letter of relinquishment of rights and a certificate issued by the Customary Head are among the documents required by the Ambon City National Land Agency to register land title certificates. Therefore, the National Land Agency needs to raise legal awareness for customary land buyers. As for the party who buys customary land, it is necessary to follow up at the Land Office to immediately register the title of title to land to reduce the risk of overlapping ownership and even disputes over customary land.

References

Administrator. (2019, 16 Februari). Tanah Dati di Ambon ‘Sudah Tak Murni’ Lagi. RakyatMaluku.com. Diakses dari http://rakyatmaluku.com/tanah-dati-di-ambon-sudah-tak-murni-lagi/, pada tanggal 12 Juni 2020.

Barend ter Haar. (1981). Asas-Asas dan Susunan Hukum Adat (Terj. oleh K. Ng. Soebekti Poesponoto). Jakarta: Pradnya Paramita.

Boedi Harsono. (2003). Hukum Agraria Indonesia: Sejarah Pembentukan Undang-Undang Pokok Agraria, Isi dan Pelaksanaannya. Jakarta: Djambatan.

Boedi Harsono. (2007). Menuju Penyempurnaan Hukum Tanah Nasional: Perkembangan Pemikiran dan Hasilnya sampai Menjelang Kelahiran UUPA Tanggal 24 September 2007. Jakarta: Universitas Trisakti.

Elisabeth Ante., Noortje M. Benu., & Vicky R. B. Moniaga. (2016). Dampak Ekonomi dan Sosial Alih Fungsi Lahan Pertanian Hortikultura Menjadi Kawasan Wisata Bukit Rurukan di Kecamatan Tomohon Timur, Kota Tomohon. Agri-Sosioekonomi, Universitas Sam Ratulangi, 12(3), hlm. 113-124. doi: https://doi.org/10.35791/agrsosek.12.3.2016.14058

Harris Yonatan Parmahan Sibuea. (2011). Arti Penting Pendaftaran Tanah untuk Pertama Kali. Negara Hukum: Membangun Hukum untuk Keadilan dan Kesejahteraan, Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI, 2(2), hlm. 287-306.

Hasdi Hariyadi. (2020). Restrukturisasi Utang sebagai Upaya Pencegahan Kepailitan pada Perseroan Terbatas. SIGn Jurnal Hukum, CV. Social Politic Genius (SIGn), 1(2), hlm. 119-135. doi: https://doi.org/10.37276/sjh.v1i2.61

Herlambang P. Wiratraman (Ed.) (2015). Laporan Akhir Tim Pengkajian Konstitusi tentang Perlindungan Hukum terhadap Masyarakat Hukum Adat. Jakarta: Badan Pembinaan Hukum Nasional, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI.

I Made Suwitra. (2010). Konsep Komunal Religius sebagai Bahan Utama dalam Pembentukan UUPA dan Dampaknya terhadap Penguasaan Tanah Adat di Bali. Perspektif: Kajian Masalah Hukum dan Pembangunan, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, 15(2), hlm. 174-194. doi: http://dx.doi.org/10.30742/perspektif.v15i2.51

La Ode Husen., et al. (2020). Pengamanan Intelijen Kepolisian Terhadap Putusan Pengadilan Atas Objek Sengketa. SIGn Jurnal Hukum, CV. Social Politic Genius (SIGn), 1(2), hlm. 136-148. doi: https://doi.org/10.37276/sjh.v1i2.62

M. M. Djojodigoeno. (1950). Adat Law in Indonesia. Djakarta: MCMLI Jajasan Pembangunan.

Naomi Sari Kristiani Harefa., et al. (2020). Dasar Pertimbangan Hakim terhadap Tindak Pidana Korupsi yang Dilakukan oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS): Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri Medan Nomor: 73/Pid.Sus-TPK/2018/PN.Mdn. SIGn Jurnal Hukum, CV. Social Politic Genius (SIGn), 2(1), hlm. 30-42. doi: https://doi.org/10.37276/sjh.v2i1.68

Okky Chahyo Nugroho. (2018). Konflik Agraria di Maluku Ditinjau dari Perspektif Hak Asasi Manusia. Jurnal HAM, Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan HAM, 9(1), hlm. 87-101. doi: http://dx.doi.org/10.30641/ham.2018.9.87-101

Oloan Sitorus. (2019). Kondisi Aktual Penguasaan Tanah Ulayat di Maluku: Telaah terhadap Gagasan Pendaftaran Tanahnya. BHUMI: Jurnal Agraria dan Pertanahan, Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional, 5(2), hlm. 222-229. doi: https://doi.org/10.31292/jb.v5i2.373

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah. (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 59. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3696).

S. Soepomo. (1993). Bab-Bab tentang Hukum Adat. Jakarta: PT. Pradnya Paramita.

Siti Nurul Intan Sari Dalimunthe & Wardani Rizkianti. (2020). Jual Beli Apartemen kepada Pihak Ketiga atas Dasar Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB). ADIL: Jurnal Hukum, Universitas YARSI, 11(1), hlm. 1-19.

Sufirman Rahman., Nurul Qamar., & Muhammad Kamran. (2020). Efektivitas Pembagian Harta Bersama Pasca Perceraian: Studi Kasus Perkawinan Poligami. SIGn Jurnal Hukum, CV. Social Politic Genius (SIGn), 1(2), hlm. 104-118. doi: https://doi.org/10.37276/sjh.v1i2.60

Suhaila Zulkifli., et al. (2020). Implementasi Prinsip Subrogasi pada Asuransi Kendaraan Bermotor: Studi pada PT Pan Pacific Insurance. SIGn Jurnal Hukum, CV. Social Politic Genius (SIGn), 2(1), hlm. 20-29. doi: https://doi.org/10.37276/sjh.v2i1.65

Suriyaman Mustari Pide. (2017). Hukum Adat Dulu, Kini dan Akan Datang. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1960 Nomor 104. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2043).

Published
2021-05-31
Section
Articles