ETLE di Maros: Efektifkah Menekan Pelanggaran Lalu Lintas?

Authors

  • Intan Zaesaria Gunawan Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia, Indonesia Author
  • Azwad Rachmat Hambali Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia, Indonesia Author
  • Andika Prawira Buana Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia, Indonesia Author

Keywords:

Electronic Ticketing, Law Enforcement, Tilang Elektronik, Penegakan Hukum

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dalam penegakan hukum lalu lintas di Kabupaten Maros serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi kendala dalam penerapannya di tengah masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan kualitatif yang didukung data kuantitatif sederhana, dilaksanakan di lingkungan Kepolisian Resor Maros dan wilayah perkotaan, dengan teknik pengambilan sampel secara acak terhadap 40 responden melalui wawancara, kuesioner, dan studi kepustakaan. Pembaharuan penelitian ini terletak pada fokus kajian terhadap penggunaan perangkat ETLE Mobile Handheld sebagai instrumen utama penindakan, yang dianalisis secara kontekstual berdasarkan kondisi sosial dan kesiapan infrastruktur di daerah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi ETLE belum berjalan secara optimal, ditandai dengan masih adanya kelemahan dalam penggunaan perangkat, rendahnya tingkat kesadaran hukum masyarakat, keterbatasan sarana dan prasarana, permasalahan validitas data kendaraan, serta keterbatasan sumber daya manusia dalam pengoperasian sistem. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas ETLE sangat dipengaruhi oleh kesiapan teknis, administratif, dan kesadaran hukum masyarakat sebagai subjek hukum. Penelitian ini memberikan rekomendasi berupa peningkatan intensitas sosialisasi kepada masyarakat, penguatan dukungan anggaran dan infrastruktur teknologi, pembaruan data kendaraan secara berkala, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia guna menunjang optimalisasi sistem ETLE dalam penegakan hukum lalu lintas.

Abstract: This study aims to analyze the implementation of Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) in traffic law enforcement in Maros Regency and identify the factors that become obstacles in its implementation in the community. This study uses an empirical legal method with a qualitative approach supported by simple quantitative data, conducted in the Maros Police Resort environment and urban areas, with a random sampling technique of 40 respondents through interviews, questionnaires, and literature studies. The renewal of this study lies in the focus of the study on the use of the ETLE Mobile Handheld device as the main instrument of enforcement, which is analyzed contextually based on social conditions and infrastructure readiness in the region. The results of this study indicate that the implementation of ETLE has not been running optimally, marked by weaknesses in the use of the device, low levels of public legal awareness, limited facilities and infrastructure, problems with the validity of vehicle data, and limited human resources in operating the system. The conclusion of this study confirms that the effectiveness of ETLE is greatly influenced by the technical, administrative readiness, and legal awareness of the community as a legal subject. This study provides recommendations for increasing the intensity of public outreach, strengthening budget support and technological infrastructure, regularly updating vehicle data, and enhancing human resource capacity to support the optimization of the ETLE system in traffic law enforcement.

Downloads

Published

2026-05-11

How to Cite

ETLE di Maros: Efektifkah Menekan Pelanggaran Lalu Lintas?. (2026). LEGAL DIALOGICA, 1(2), 1-11. https://jurnal.fh.umi.ac.id/index.php/legal/article/view/2414