Paradox of Central Bank Independence: Analisis Ketatanegaraan atas Relasi Stabilitas Ekonomi dan Legitimasi Demokratis

Authors

  • Nurdiana Rasyid Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia, Indonesia Author
  • Mohammad Arif Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia, Indonesia Author
  • Rizki Ramadani Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia, Indonesia Author

Keywords:

Central Bank Indepence, Economic Stability, Democratic Accountability, Independensi Bank Sentral, Stabilitas Ekonomi, Akuntabilitas Demokratis

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan independensi bank sentral dalam sistem ketatanegaraan serta implikasinya terhadap stabilitas ekonomi, dengan fokus pada Bank Indonesia dan Federal Reserve. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual dan komparatif berbasis studi kepustakaan. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis independensi bank sentral tidak hanya sebagai instrumen ekonomi, tetapi sebagai konstruksi konstitusional yang berkaitan dengan prinsip checks and balances dan akuntabilitas demokratis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua bank sentral memiliki tingkat independensi yang kuat dalam menjaga stabilitas ekonomi, namun berbeda dalam desain kelembagaan dan mekanisme pengambilan kebijakan. Federal Reserve memiliki struktur desentralistik dan ruang otonomi yang lebih luas, sedangkan Bank Indonesia menunjukkan independensi yang bersifat derivatif dan berada dalam kerangka koordinasi dengan pemerintah. Temuan ini menegaskan bahwa independensi bank sentral tidak bersifat absolut, melainkan harus diseimbangkan dengan akuntabilitas kelembagaan. Kesimpulannya, penguatan independensi bank sentral perlu diarahkan pada rekonstruksi desain kelembagaan yang mampu menjaga stabilitas ekonomi tanpa mengabaikan prinsip legitimasi demokratis.

Abstract: This study aims to analyze and compare central bank independence within constitutional systems and its implications for economic stability, focusing on Bank Indonesia and the Federal Reserve. The research employs a normative legal method with conceptual and comparative approaches based on library research. The novelty of this study lies in positioning central bank independence not merely as an economic instrument but as a constitutional construct related to checks and balances and democratic accountability. The findings reveal that both central banks possess strong independence in maintaining economic stability, yet differ in institutional design and decision-making mechanisms. The Federal Reserve demonstrates a more decentralized structure with broader autonomy, while Bank Indonesia reflects derivative independence within a framework of coordination with the government. These findings indicate that central bank independence is not absolute but must be balanced with institutional accountability. In conclusion, strengthening central bank independence requires institutional reconstruction that ensures economic stability while maintaining democratic legitimacy.

Downloads

Published

2026-05-13

How to Cite

Paradox of Central Bank Independence: Analisis Ketatanegaraan atas Relasi Stabilitas Ekonomi dan Legitimasi Demokratis . (2026). LEGAL DIALOGICA, 1(2), 1-13. https://jurnal.fh.umi.ac.id/index.php/legal/article/view/2491